Parasit yang Disebabkan Oleh Bakteri dan Virus
Paper ini
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Microbiologi
Nama : Selvia Andreyani
NPM : 13.0601.0019
D3 Keperawatan,
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadyah
Magelang
Tahun Ajaran 2013/2014
Jl. Meyjend Bambang
Soegeng KM. 4 Magelang 56172
Telp. (0293) 326945
VIRUS
1.
Virus yang menyerang saluran
pernafasan (respiratoric virus), contohnya:
·
virus Ortromyxovirus penyebab influenza
·
Severe Acute Respiratory
Syndrome (SARS)
yang disebabkan oleh virus dari galur H5N1
2.
Virus yang menyerang kulit (dermatropic
virus), contohnya:
·
trachoma
·
penyakit mulut dan kuku pada ternak.
3.
Virus yang menyerang urat
saraf (neurotropic virus), contohnya:
·
rabies
·
penyakit poliomyelitis
4.
Virus yang menyerang usus (viseratropicvirus), misalnya
:
·
demam kuning
·
virus ebola
5.
Virus
yang menyerang kulit (Neurodermatropic virus), contohnya:
·
cacar
·
herpes
zoster
BAKTERI
Ordo Actinomycetes
Sel-sel Actinomycetes memanjang
mirip hifa cendawan, cenderung membentuk percabangan. Ada beberapa famili,
yaitu:
1.
Mycobacteriaceae, sel-selnya tidak
membentuk miselium. Contoh:
·
Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit tuberculosis/TBC. Pada manusia bakteri ini dapat menyebabkan penyakit tuberculosa yang
menyerang paru-paru, tulang, kelenjar lympha, ginjal, otak bahkan kulit.Gejala
yang umum dijumpai adalah batuk yang tidak kunjung sembuh.Pencegahan dapat
dilakukan dengan vaksinasi BCG dan mencegah penularan.
·
M. lepra, penyebab penyakit kusta.
Merupakan bakteri penyebab penyakit lepra, dengan
gejala pertama berupa penebalan pada kulit yang berubah warna, berupa bercak
keputih-putihan, hilang perasaannya. Bakteri ini dapat pula menyerang mata,
paru-paru, ginjal dan sebagainya. Pencegahan dilakukan dengan mencegah kontak
langsung dengan penderita dan meningkatkan daya tahan tubuh.
2.
Actinomycetaceae,
membentuk miselium dan spora terbentuk dalam fragmen-fragmen miselium. Contoh :
Actinomyces bovis, patogen , penyebab penyakit mulut pada ternak.
Ordo Spirochaetales
Sel-sel langsing, lentur, panjang
6-500, berbentuk spiral.
1.
Suku Treponemataceae, berbentuk spiral ,
panjang tubuh 4-16 , yang tampak lebih panjang biasanya karena pembelahan sel
belum sempurna atau belum selesai. Contoh :
·
Treponema pertenue, morfologisnya sukar
dibedakan dari Treponema palidum , penyebab penyakit patek (frambusia).
·
Treponema pallidum (Spirochaetatallids)
, penyebab penyakit raja singa (sifilis) pada manusia.
Ordo Eubacteriales
Ciri-ciri
dari ordo ini adalah sel-selnya berbentuk bulat atau batang yang lurus dan
terpisah-pisah. Kadang-kadang membentuk koloni berupa rantai. Alat geraknya
berupa flagel yang peritrik atau tidak bergerak. Bakteri famili
dari ordo eubacteriales yang dapat menyebabkan penyakit :
1.
Enterobacteriaceae.
Bakteri
golongan Enterobacteriaceae ini seringkali terdapat dalam saluran
pernapasan dan saluran kencing Vertebrata. Bakteri Enterobacteriaceae ini
hidup bebas dan juga bersifat patogen, menimbulkan fermentasi anaerobik pada
glukosa, kadang-kadang laktosa. Contohnya sebagai berikut.
a)
Escherichia coli, terdapat dalam usus manusia
dan vertebrata lainnya. Bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya epidemic penyakit-penyakit
saluran pencernaan makanan, seperti kolera, tipus, disentri, diare, dan
penyakit cacing. bibit penyakit ini berasal dari feses manusia yang menderita
penyakit-penyakit tersebut. indicator yang menunjukkan bahwa air rumah tangga
sudah dikotori feses adalah dengan adanya E.coli dalam air tersebut, karena
dalam feses manusia baik sakit maupun sehat terdapat bakteri ini.
b)
Salmonella typhosa, Salmonella
paratyphi, bakteri ini bersifat “patogen” yang menyebabkan penyakit
tipus dan paratipus.
c)
Shigella dysenteriae, bakteri ini merupakan penyebab penyakit disentri. Penyakit
yang ditimbulkan yaitu disentri basiler dengan gejala yang biasanya datang mendadak berupa demam,
sakit perut bagian bawah, diare, fesenya cair, bercampur lendir dan darah. Pada
penyakit yang berat dapat disertai muntah, dehidrasi, kolaps, bahkan
menyebabkan kematian. Penularan adalah lewat feses penderita. Pencegahan
dilakukan dengan mencaga kebersihan makanan dan minuman, peningkatan sanitasi
lingkungan dan hygene pribadi.
2.
Micrococcaceae
Sel-sel bakteri Micrococcaceae berbentuk
seperti peluru, terdapat dalam koloni tetrade, kubus dengan masa tidak
beraturan. Contohnya:
Staphylococcus aureus, bersifat patogen, yaitu
dapat menimbulkan berbagai penyakit. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi bernanah dan
abses, infeksi pada folikel rambut dan kelenjar keringat, bisul, infeksi pada
luka, meningitis, endokarditis, pneumonia, pyelonephritis, osteomyelitis.
pencegahan dilakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh, hygene pribadi, dan
sanitasi lingkungan.
3.
Neisseriaceae
Ciri-ciri dari famili bakteri Neisseriaceae adalah
sel-selnya berbentuk peluru, seringkali berpasangan. Contoh dari bakteri Neisseriaceae adalah
sebagai berikut.
a)
Neisseria meningitis, penyebab penyakit meningitis.
b)
Veillonella parvula, dalam mulut dan saluran pencernaan
makanan manusia dan hewan.
c)
Neisseria gonnorrhoeae,(Micrococcus gonnorrhoe) penyebab penyakit kelamin
kencing nanah yang dikenal dengan nama “raja singa”. Gejala penyakitnya adalah kencing bernanah. pada wanita penderita
yang kronis dapat menyebabkan tertutpnya saluran telur. Bayi yang dilahirkan
oleh ibu penderita penyakit ini matanya menjadi bengkak, bernanah yang dan
dapat menyebabkan kebutaan.
4.
Bacillaceae
Sel-sel dari bakteri Bacillaceae ini
berbentuk batang, dapat menghasilkan endospora dalam keadaan lingkungan yang
jelek. Contohnya:
Bacillus
anthracis, penyebab penyakit antraks. Merupakan bakteri
penyebab penyakit antrax, yang biasanya menyerang hewan ternak. Namun pada
perkembangannya penyakit tersebut dapat menular ke manusia melalui luka,
inhalasi dan juga makanan.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar