Kamis, 20 Maret 2014


Parasit yang Disebabkan Oleh Bakteri dan Virus



Paper ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Microbiologi

Nama : Selvia Andreyani
NPM : 13.0601.0019

D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadyah Magelang
Tahun Ajaran 2013/2014

Jl. Meyjend Bambang Soegeng KM. 4 Magelang 56172
Telp. (0293) 326945








VIRUS

1.      Virus yang menyerang saluran pernafasan (respiratoric virus), contohnya:
·         virus Ortromyxovirus penyebab influenza
·         Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang disebabkan oleh virus dari galur H5N1

2.      Virus yang menyerang kulit (dermatropic virus), contohnya:
·         trachoma
·         penyakit mulut  dan kuku pada ternak.
3.      Virus yang menyerang urat saraf (neurotropic virus), contohnya:
·         rabies
·         penyakit poliomyelitis

4.      Virus yang menyerang usus (viseratropicvirus), misalnya :
·         demam kuning  
·         virus ebola
5.      Virus yang menyerang kulit (Neurodermatropic virus), contohnya:
·         cacar
·         herpes zoster



BAKTERI

Ordo Actinomycetes
 Sel-sel Actinomycetes memanjang mirip hifa cendawan, cenderung membentuk percabangan. Ada beberapa famili, yaitu:
1.    Mycobacteriaceae, sel-selnya tidak membentuk miselium. Contoh: 
·         Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit tuberculosis/TBC. Pada manusia bakteri ini dapat menyebabkan penyakit tuberculosa yang menyerang paru-paru, tulang, kelenjar lympha, ginjal, otak bahkan kulit.Gejala yang umum dijumpai adalah batuk yang tidak kunjung sembuh.Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi BCG dan mencegah penularan.
·         M. lepra, penyebab penyakit kusta. Merupakan bakteri penyebab penyakit lepra, dengan gejala pertama berupa penebalan pada kulit yang berubah warna, berupa bercak keputih-putihan, hilang perasaannya. Bakteri ini dapat pula menyerang mata, paru-paru, ginjal dan sebagainya. Pencegahan dilakukan dengan mencegah kontak langsung dengan penderita dan meningkatkan daya tahan tubuh.
2.      Actinomycetaceae, membentuk miselium dan spora terbentuk dalam fragmen-fragmen miselium. Contoh : Actinomyces bovis, patogen , penyebab penyakit mulut pada ternak.


Ordo Spirochaetales
Sel-sel langsing, lentur, panjang 6-500, berbentuk spiral.
1.      Suku Treponemataceae, berbentuk spiral , panjang tubuh 4-16 , yang tampak lebih panjang biasanya karena pembelahan sel belum sempurna atau belum selesai. Contoh :
·         Treponema pertenue, morfologisnya sukar dibedakan dari Treponema palidum , penyebab penyakit patek (frambusia).

·         Treponema pallidum (Spirochaetatallids) , penyebab penyakit raja singa (sifilis) pada manusia.

Ordo Eubacteriales
Ciri-ciri dari ordo ini adalah sel-selnya berbentuk bulat atau batang yang lurus dan terpisah-pisah. Kadang-kadang membentuk koloni berupa rantai. Alat geraknya berupa flagel yang peritrik atau tidak bergerak. Bakteri famili dari ordo eubacteriales yang dapat menyebabkan penyakit :
1.      Enterobacteriaceae.
Bakteri golongan Enterobacteriaceae ini seringkali terdapat dalam saluran pernapasan dan saluran kencing Vertebrata. Bakteri Enterobacteriaceae ini hidup bebas dan juga bersifat patogen, menimbulkan fermentasi anaerobik pada glukosa, kadang-kadang laktosa. Contohnya sebagai berikut.
a)      Escherichia coli, terdapat dalam usus manusia dan vertebrata lainnya. Bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya epidemic penyakit-penyakit saluran pencernaan makanan, seperti kolera, tipus, disentri, diare, dan penyakit cacing. bibit penyakit ini berasal dari feses manusia yang menderita penyakit-penyakit tersebut. indicator yang menunjukkan bahwa air rumah tangga sudah dikotori feses adalah dengan adanya E.coli dalam air tersebut, karena dalam feses manusia baik sakit maupun sehat terdapat bakteri ini.
b)      Salmonella typhosa, Salmonella paratyphibakteri ini bersifat “patogen” yang menyebabkan penyakit tipus dan paratipus.
c)      Shigella dysenteriaebakteri ini merupakan penyebab penyakit disentri. Penyakit yang ditimbulkan yaitu disentri basiler dengan gejala yang biasanya datang mendadak berupa demam, sakit perut bagian bawah, diare, fesenya cair, bercampur lendir dan darah. Pada penyakit yang berat dapat disertai muntah, dehidrasi, kolaps, bahkan menyebabkan kematian. Penularan adalah lewat feses penderita. Pencegahan dilakukan dengan mencaga kebersihan makanan dan minuman, peningkatan sanitasi lingkungan dan hygene pribadi.


2.      Micrococcaceae
       Sel-sel bakteri Micrococcaceae berbentuk seperti peluru, terdapat dalam koloni tetrade, kubus dengan masa tidak beraturan. Contohnya:
 Staphylococcus aureus, bersifat patogen, yaitu dapat menimbulkan berbagai penyakit. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi bernanah dan abses, infeksi pada folikel rambut dan kelenjar keringat, bisul, infeksi pada luka, meningitis, endokarditis, pneumonia, pyelonephritis, osteomyelitis. pencegahan dilakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh, hygene pribadi, dan sanitasi lingkungan.


3.      Neisseriaceae
 Ciri-ciri dari famili bakteri Neisseriaceae adalah sel-selnya berbentuk peluru, seringkali berpasangan. Contoh dari bakteri Neisseriaceae adalah sebagai berikut.
a)      Neisseria meningitis, penyebab penyakit meningitis.
b)      Veillonella parvula, dalam mulut dan saluran pencernaan makanan manusia dan hewan.
c)      Neisseria gonnorrhoeae,(Micrococcus gonnorrhoe) penyebab penyakit kelamin kencing nanah yang dikenal dengan nama “raja singa”. Gejala penyakitnya adalah kencing bernanah. pada wanita penderita yang kronis dapat menyebabkan tertutpnya saluran telur. Bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita penyakit ini matanya menjadi bengkak, bernanah yang dan dapat menyebabkan kebutaan.

4.      Bacillaceae
 Sel-sel dari bakteri Bacillaceae ini berbentuk batang, dapat menghasilkan endospora dalam keadaan lingkungan yang jelek. Contohnya:
Bacillus anthracis, penyebab penyakit antraks. Merupakan bakteri penyebab penyakit antrax, yang biasanya menyerang hewan ternak. Namun pada perkembangannya penyakit tersebut dapat menular ke manusia melalui luka, inhalasi dan juga makanan.






Sumber: